Image
Tuhan Menyediakan Jalan

Ayat Keluaran 14 : 15 - 31

Tuhan Menyediakan Jalan

(Keluaran 14:15–31)

Minggu Sengsara membawa kita berjalan semakin dekat kepada salib Kristus. Di tengah perenungan akan penderitaan Tuhan, firman hari ini mengingatkan kita akan satu kebenaran yang menguatkan: Tuhan selalu menyediakan jalan, bahkan ketika jalan itu belum terlihat.

1. Jalan di Tengah Jalan Buntu

Bangsa Israel berada dalam situasi yang mustahil. Di depan mereka terbentang Laut Teberau, di belakang mereka pasukan Firaun mengejar dengan kereta dan tentaranya. Secara manusia, tidak ada jalan keluar.

Dalam keadaan terjepit itu, Tuhan berfirman kepada Musa:
“Kataklah kepada orang Israel supaya mereka berangkat.”

Tuhan tidak menyuruh mereka kembali. Tuhan tidak menyuruh mereka menyerah. Tuhan menyuruh mereka maju.

Sering kali dalam hidup, kita merasa terjebak: masalah ekonomi, konflik keluarga, pergumulan pelayanan, atau krisis iman. Kita merasa tidak ada pilihan. Namun firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa di saat kita melihat jalan buntu, Tuhan sedang mempersiapkan jalan-Nya.

2. Jalan yang Dibuka oleh Kuasa Tuhan

Atas perintah Tuhan, Musa mengulurkan tongkatnya, dan laut terbelah. Bangsa Israel berjalan di tanah yang kering, sementara air menjadi tembok di kanan dan kiri mereka.

Jalan itu bukan hasil strategi manusia. Itu murni karya Tuhan.

Minggu Sengsara mengingatkan kita pada peristiwa yang lebih besar: ketika dosa memisahkan manusia dari Allah, tidak ada jalan keselamatan yang bisa kita buat sendiri. Tetapi melalui penderitaan dan kematian Yesus, Tuhan membuka jalan keselamatan. Apa yang mustahil bagi manusia, mungkin bagi Tuhan.

3. Jalan yang Menuntut Iman

Walaupun laut sudah terbelah, bangsa Israel tetap harus melangkah. Mereka harus berjalan di antara air yang menggunung di kanan dan kiri. Itu bukan langkah yang nyaman, melainkan langkah iman.

Demikian pula dalam hidup kita. Tuhan menyediakan jalan, tetapi kita harus melangkah dengan percaya. Kadang kita ingin melihat seluruh jalan itu terlebih dahulu, baru mau berjalan. Namun iman berarti melangkah ketika Tuhan sudah memberi perintah.

4. Jalan yang Membawa kepada Pembebasan

Ketika Israel tiba di seberang, Tuhan menutup kembali laut itu dan mengalahkan pasukan Mesir. Penindasan yang mereka alami selama bertahun-tahun berakhir. Mereka menjadi umat yang dibebaskan.

Pengalaman di Laut Teberau menjadi simbol pembebasan besar. Dalam terang Minggu Sengsara, kita melihat bahwa salib adalah “laut terbelah” bagi umat manusia. Melalui salib dan kebangkitan Kristus, kita dibebaskan dari kuasa dosa dan maut.

Refleksi untuk Minggu Sengsara II

  • Apakah saat ini saya merasa berada di depan “laut” yang mustahil dilewati?

  • Apakah saya berani tetap maju ketika Tuhan menyuruh saya melangkah?

  • Apakah saya sungguh percaya bahwa Tuhan sanggup membuka jalan yang tidak pernah saya bayangkan?

Ingatlah: ketika Tuhan membuka jalan, tidak ada kuasa yang dapat menutupnya. Ketika Tuhan menyertai, tidak ada situasi yang benar-benar buntu.

Penutup

Minggu Sengsara mengajak kita percaya bahwa Tuhan yang membuka Laut Teberau adalah Tuhan yang sama yang membuka jalan keselamatan melalui salib Kristus. Ia tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Ia adalah Allah yang menyediakan jalan.